Melihatmu Melalui Mataku

Melihatmu Melalui Mataku

Bayangan itu muncul lagi. Aku menoleh ke arahmu yang sedang tertawa kecil, tanganmu sibuk membolak-balik halaman buku yang mungkin sudah kau baca lebih dari tiga kali.

 

Kau selalu seperti itu, mengulang kisah-kisah yang kau cintai, seperti ingin menemukan sesuatu yang sebelumnya terlewat.

 

Tapi tahukah kamu? Aku pun begitu. Aku terus melihatmu, mengamati setiap hal kecil yang kau lakukan, mencari tahu hal-hal yang mungkin aku lewatkan darimu.

 

Aku ingin kau melihat dirimu seperti aku melihatmu. Bukan sekadar pantulan di cermin yang hanya menampilkan bentuk fisikmu, tapi seperti bagaimana aku melihat semua yang ada dalam dirimu, setiap kebaikan, setiap luka yang kau sembunyikan, setiap keberanian yang kau pikir tak cukup besar.

 

Kau mengira dirimu biasa saja, bukan? Kau mengira dunia hanya melewatimu, bahwa langkahmu tak cukup berarti. 


Tapi aku, aku melihatmu sebagai sesuatu yang lebih besar dari sekadar kehadiran yang berjalan di antara orang-orang.

 

Aku tahu kau sering ragu. Aku tahu ada malam-malam di mana kau mempertanyakan segalanya, termasuk dirimu sendiri.

 

Aku juga tahu ada bagian dari dirimu yang takut, takut tidak cukup baik, takut tidak cukup berarti, takut suatu hari kau akan sendirian. Tapi aku ingin kau tahu, aku melihat semuanya.

 

Saat pertama kali aku mengenalmu, aku tak menyangka akan ada momen seperti ini di mana aku bisa mengatakan dengan sepenuh hatiku bahwa aku tak bisa membayangkan dunia tanpa dirimu di dalamnya.

 

Dunia sebelum kau ada terasa seperti sketsa hitam putih yang belum selesai, sementara setelah kau datang, semuanya menjadi lebih hidup, lebih nyata.

 

Aku sering bertanya-tanya, jika aku bisa memberikan satu hal dalam hidup ini kepadamu, apa yang akan aku berikan?

 

Jawabannya selalu sama, aku ingin kau melihat dirimu melalui mataku. Aku ingin kau melihat betapa berartinya kehadiranmu, bagaimana setiap kata-katamu, setiap senyummu, bahkan setiap kerutan kecil di dahimu ketika kau berpikir, semuanya memiliki makna.

 

Aku ingin kau melihat bagaimana mataku mencari keberadaanmu di tengah keramaian, bagaimana suaramu adalah tempat di mana pikiranku pulang saat dunia terasa terlalu bising.

 

Kau pernah berkata, "Aku tidak tahu apakah aku cukup." 


Aku ingin kau tahu, kau selalu cukup. Tidak perlu menjadi lebih dari dirimu yang sekarang. Tidak perlu berusaha menjadi sesuatu yang lebih besar hanya untuk mendapatkan validasi.

 

Kau cukup, bahkan lebih dari cukup. Aku ingin kau percaya itu, seperti aku mempercayai setiap detik yang aku habiskan bersamamu sebagai sesuatu yang berharga.

 

Kadang aku berpikir, bagaimana jika aku tidak pernah mengenalmu? Bagaimana jika aku harus menjalani hidup ini tanpa tahu seperti apa rasanya berbagi tawa bersamamu, atau tanpa merasakan hangatnya genggaman tanganmu di hari-hari yang sulit?

 

Aku tidak ingin tahu. Aku tidak ingin mengenal hidup tanpa kau di dalamnya. Jika ada satu hal yang aku tahu pasti, itu adalah hidupku lebih baik denganmu di dalamnya.

 

Aku berharap suatu hari nanti, kau benar-benar bisa melihat dirimu melalui mataku. Aku ingin kau menangis bukan karena kesedihan, tapi karena kau akhirnya menyadari betapa luar biasanya dirimu.

 

Jika saat itu tiba, aku ingin menjadi orang pertama yang memelukmu, seperti aku selalu ingin melakukannya setiap kali kau merasa kecil di dunia yang terlalu besar ini.

 

Jadi, jika kau merasa ragu lagi, jika kau merasa kehilangan arah, ingatlah satu hal ini: Aku melihatmu. Aku selalu melihatmu sebagai seseorang yang berharga, seseorang yang berarti, seseorang yang kucintai tanpa syarat.

 

Jika aku harus memilih satu cara untuk mengungkapkan semua ini, aku hanya akan berkata, terima kasih telah ada. Terima kasih telah menjadi dirimu. Karena dengan itu saja, kau sudah lebih dari cukup.

Lebih baru Lebih lama